Berkenalan Dulu Sama Founder Blog masnasih.com

Foto Much. Nasih Amin 
Ngeblog adalah aktivitas yang sangat mengasyikkan, karena dengan ngeblog saya bisa share tentang berbagai macam pengalaman, menginspirasi banyak orang, dan mengasah kemampuan dalam tulis menulis.

Nama saya Much. Nasih Amin, biasa dipanggil Naseh di rumah, ada juga yang memanggil Amin, Kang Nasih sebutan saya dari teman-teman smp, dan juga dipanggil Nasih dan Mas Nasih jika saya berada di kampus.

Saya adalah satu-satunya anak dalam 6 bersaudara yang hobi menulis. Sejak kecil saya suka menulis segala hal yang saya rasakan. Walaupun saya suka menulis, dari dulu saya tidak suka menulis di buku harian melainkan lebih suka menulis di buku sekolah. Sekarang saya suka membaca-baca buku sekolah (yang saya baca bukan materinya tetapi tulisan yang pernah saya tulis - kadang saya terinspirasi oleh tulisan saya sendiri hehe..).

Ayah saya adalah seorang tukang becak yang luar biasa. Beliau sangat istiqomah dalam bekerja dan beribadah. Setiap hari bekerja, sholat jama'ah hampir tak pernah dilewatkan, membaca Alquran adalah rutinitas ba'da sholat, dan masih hobi menghadiri majlis keilmuan.

Saya sangat bersyukur dan bangga memiliki seorang ayah yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya dan selalu mencontohkan kebaikan. Hidup pas-pasan tetapi mampu menyekolahkan 6 anaknya sampai jenjang yang diharapkan.

Anak pertama sekolah sampai jenjang SMP dan melanjutkan mondok di pesantren selama 5 tahun dan sekarang sudah bekerja. Anak kedua sekolah formal sampai jenjang SMA dan melanjutkan mondok di pesantren selama lebih dari 5 tahun. Anak ketiga sekolah sampai jenjang SMA, bekerja, mondok kurang lebih 1 tahun dan bekerja lagi. Anak ke empat adalah saya, saya memilih untuk melanjutkan kuliah setelah jenjang SMA setelah berhenti selama 1 tahun. Anak kelima sekolah sampai jenjang SMP dan melanjutkan mondok di pesantren. Dan anak keenam sudah masuk di sekolah SMA.

Sangat luar biasa pengorbanan ayah saya dengan segala kekurangannya, beliau mampu bekerja dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Tak lain halnya dengan Ibu. Ibu saya adalah seorang Ibu rumah tangga. Setiap hari kasih sayangnya senantiasa dicurahkan kepada anaknya. Saya sangat merasakan kenyamanan itu, saya selalu merasa nyaman dan betah di rumah, walaupun terkadang beliau kelelahan dan menunjukkan kekesalannya sampai anaknya ketakutan lari lunggang langgang. Namun semua itu wajar dan bagian dari warna keindahan pelangi kehidupan.

Suatu hari Bapak curhat ke saya tentang masa lalunya. Masa lalu itu tentang kelalaian Bapak tentang masa depannya saat kekayaan mudah untuk didapatkan. Dari cerita tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa investasi adalah penting, yaitu melakukan segala kegiatan yang berkaitan dengan masa depan, termasuk dalam hal dunia dan akhirat.

Dan saya menyimpulkan kelemahan Bapak saat ini adalah masalah ekonomi, dari sini saya mulai berpikir bagaimana agar terbebas dari masalah financial. Masalah ini terlihat sepele tetapi dalam hal rumah tangga akan sangat besar pengaruhnya.

Sampai saat ini saya terus mencoba dan berusaha melakukan apa yang saya bisa kerjakan. Alhamdulillah saya lebih suka tulis menulis dan mengelola blog. Blog ini adalah blog saya yang ke berapa saya tidak tahu, yang jelas ini adalah salah satu blog yang saya kelola full manual tanpa bantuan tools apapun.

Maka dari itu, dengan kerendahan hati, dukung saya untuk terus berkarya di blog ini. Tanpa dukungan Anda. saya bukan siapa-siapa. Terima Kasih atas dukungannya. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin..
X Close
Jika artikel ini bermanfaat, silakan tekan tombol share di bawah ini.

Jika ada hal yang belum dipahami, tanyakan melalui kolom komentar. Dan jika ada keluhan, sampaikan melalui kontak kami.

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Related Posts

Previous
« Prev Post