Penggunaan Tag Heading Yang Benar Untuk Postingan Blog

Penggunaan Tag Heading
masnasih.com - Ternyata penggunaan tag heading yang menurut saya gampang banget masih ada beberapa orang yang masih bingung cara menerapkannya. Sebenarnya sangat mudah dan simpel sekali dengan membayangkan Anda sedang membuat sebuah makalah, selesai sudah (hehe).

Penggunaan Tag Heading Yang Benar Untuk Postingan Blog

Yang menjadi masalah bagi sebagian blogger adalah memang belum mengetahui penggunaan tag heading dalam makalah itu seperti apa. Jadi saya harus menjelaskanya disini biar fix.

Jadi begini. Di blog sebenarnya ada artikel yang masuk di kategori ringan, sedang dan super. Kalo yang ringan itu semacam artikel curhatan atau berita pendek. Artikel sedang itu yang agak beratan dikit yang ada sub pembahasannya. Kalo yang super itu kayak karya ilmiah, ada sub sub pembahasannya.
  1. Artikel ringan 0-300 kata
  2. Artikel sedang 301-800
  3. Artikel super > 800
Nah penggunaan tag heading ini bisa dipake di artikel dengan kategori sedang dan super. Kalo artikel ringan nggak perlu pake tag heading karena memang sifatnya menginformasikan berita yang ringan. Ya sebenarnya artikel yang ringan juga bisa dikasih tag heading sih, kalo mau ya boleh-aja aja.

Oke sekarang saya akan bahas bagamana cara menerapkan tag heading yang benar.

Kalo saya sendiri karena pake blogger adanya heading, subheading, minor, dan normal.

Sedangkan struktur artikel saya seperti ini.

  1. Pendahuluan
  2. Heading
  3. Deskripsi sedikit yang akan dibahas dan daftar isi (TOC)
  4. Subheading (subjudul)
  5. Deskripsi
  6. Minor heading
  7. Penutup

Penjelasannya seperti ini.

  1. Pendahuluan saya gunakan untuk mengoptimasi keyword khususnya di kalimat pertama.
  2. Heading saya copas dari judul ( ini gunanya buat memperkuat keyword).
  3. Deskripsi untuk menjelaskan apa yang mau dibahas sebelum memasuki materi dan daftar isi sebagai navigasi artikel. 
  4. Subheading untuk poin sub pembahasan misal artikel tentang ekonomi syariah berarti sub pembahasannya ada sejarah ekonomi syariah, bank syariah, asuransi syariah, dsb. Saya juga biasa memasukkan LSI disini.
  5. Deskripsi menjelaskan sub pembahasannya 
  6. Minor adalah sub pembahasan dari subheading. Misalnya sejarah ekonomi syariah berarti sub pembahasannya ada sejarah ekonomi syariah di Indonesia, sejarah asuransi syariah di dunia,dsb.
    Poin 4 sampai 6 ini jumlahnya menyesuaikan kebutuhan. Jika ada 5 sub pembahasan maka berarti subheadingnya ada 5.
  7. Penutup sebagai kata penutup berupa kesimpulan atau tanpa kesimpulan. 
Biar lebih jelas bisa lihat artikel ini (https://wkyes.blogspot.com/2018/02/cara-menghasilkan-uang-dari-wattpad.html)


Previous
« Prev Post