Allah SWT Tidak Mempersulit Hambanya

Allah tidak mempersulit hambanya

masnasih.com - Seringkali kita menganggap kehidupan di dunia ini sulit, agama termasuk yang menjadi sasaran tentang kesulitan yang sedang kita hadapi, menyalahkan Allah SWT yang tak bersalah, dan menyalahkan keadaan yang terasa tak pernah berubah. 

Berikut ini adalah beberapa Firman Allah SWT menyatakan bahwa Allah tidak pernah mempersulit hambaNya.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“…Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” [Al-Baqarah: 185]

Ayat ini menjelaskan tentang puasa pada bulan ramadhan. Allah tidak mempersulit hambanya dengan adanya puasa pada bulan ramadhan. Orang sakit tidak wajib puasa, musafir (Orang yang sedang bepergian) juga tidak wajib puasa.

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا

“Sesungguhnya agama itu mudah. Orang yang berlebihan dalam agama akan kesusahan. Maka istiqamahlah, atau mendekati istiqamah, lalu bersiaplah menerima kabar gembira” (HR. Bukhari no.39)

Menurut Abdurrahman bin Nashir As Sa’di makna hadits tersebut, “Maksudnya, agama Islam itu ringan dan mudah, baik dalam aqidah, akhlak, amal-amal ibadah, perintah dan larangannya… semuanya ringan dan mudah. Setiap mukallaf akan merasa mampu melaksanakannya, tanpa kesulitan dan tanpa merasa terbebani. Aqidah Islam itu ringan, akan diterima oleh akan sehat dan fitrah yang lurus. Kewajiban-kewajiban dalam Islam juga perkara yang sangat mudah” (Bahjah Qulub Al Abrar, 1/106)

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani manusia kecuali sesuai kemampuannya” (QS. Al Baqarah: 286)

المشقة تجلب التيسير

“Adanya kesulitan menyebabkan timbulnya kemudahan”

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“…Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” [Al-Maa-idah: 6]

Ayat ini menjelaskan tentang diperbolehkannya bertayamum ketika tidak bisa berwudhu karena sakit ataupun tidak ada air. Ini adalah bentuk dari kemudahan dari Allah SWT.

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“… Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu da-lam agama …” [Al-Hajj: 78]

Ayat ini menerangkan tentang kemudahan dalam berjihad, apapun itu bentuk jihadnya. Dalam Tafsir Almuyassar dijelaskan "...berjihad di jalan Allah terkadang timbul kesan, bahwa hal tersebut menyulitkan, maka Allah menerangkan, bahwa dalam agama tidak ada satu pun yang menyulitkan."

Maka ketika ada orang yang mengatakan bahwa kesulitan yang ada di dalam hidup kita adalah yang mempersulit diri kita sendiri itu ada benarnya, karena Allah SWT sendiri sudah mengatakan bahwa Ia tidak mempersulit hambanya. Dan jika bukan diri kita sendiri yang mempersulit maka siapa yang akan disalahkan lagi? Orang lainkah? Ibliskah? Tidak mungkin, semua kesulitan memang terjadi karena pikiran kita sendiri yang terlalu liar dan terbawa perasaan. 

Ketika kita merasakan kesulitan, coba tengok orang di sekeliling kita. Masih banyak orang yang kehidupannya tak lebih baik dari kehidupan kita namun mereka tetap enjoy dalam menjalani kehidupan. Tak ada hal yang di permasalahkan, tak ada kesulitan yang dia tinggi-tinggikan, dsb. Mereka bisa merasakan ketenangan dalam menjalani semua itu, kenapa kita tidak?

Kesulitan muncul ketika kita tak bisa berpikir jernih, tak bersyukur atas nikmat, dan tak percaya pada Allah SWT yang selalu memberikan kemudahan bagi hambanya, kurang bertawakkal, terlalu takut pada kehancuran harga diri dsb. Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub, dengan cara berdzikir mengingat Allah SWT, maka hati kita akan menjadi tenang dan kesulitan akan terasa ringan. Wallahu A'lam.



Previous
« Prev Post