Hidup Ada Duka dan Ada Bahagia Tinggal Tunggu Waktunya

Selalu Ada Jalan Keluar

masnasih.com - Jika hidup selalu manis, maka tak akan ada menariknya kehidupan ini. Masalah memang harus ada di kehidupan ini karena dengan adanya masalah, maka hidup ini akan penuh warna. Bahkan menulis artikel ini pun tak semulus seperti yang Anda baca ini, saya harus mengalami masalah saat menulis artikel ini.

Di saat saya sedang menulis, ada tamu dan saya berhenti menulis membiarkan notebook terbengkalai di ruang tamu. Setelah tamu pulang, saya menulis lagi, sudah saya dapatkan artikel yang panjang lebar ternyata ketika saya sedang menulis kalimat penutup dari artikel ini, notebook mendadak mati, dan saya pun harus mengetik ulang yang tentunya isi artikelnya berbeda dengan yang sebelumnya, namun pesan yang terkandung tetap sama.

Jadi jangan berharap di dunia ini tidak ada masalah karena hidup pasti ada-ada saja masalahnya. Namun di balik permasalahan biasanya ada sebuah kemudahan yang luar biasa. Percaya atau tidak setelah saya mendapatkan masalah artikel hilang dalam sekejap karena mendadak mati, justru saya mendapatkan ide baru untuk membuat artikel lain.

Kita tahu di dunia ini adalah berpasang-pasangan. Allah SWT sendiri mengatakan bahwa Allah menciptakan makhluk berpasang-pasangan. Ada malam yang petang dan ada siang yang terang benderang, ada laki-laki ada perempuan, ada tangan kanan ada tangan kiri, ada kaki kanan ada kaki kiri, dan lain sebagainya.

Kita juga sadar bahwa setiap kegalauan bisa kita hitung berapa lama kita telah merasakan kegalauan. Kita juga bisa menghitung berapa lama musibah datang menghampiri kita, dan kita juga tahu berapa lama kegalauan menyelimuti hidup kita. Kita terlalu fokus akan hal itu, sehingga kita melupakan nikmat yang setiap saat menghampiri diri kita setiap saat.

Allah SWT senantiasa memberikan kenikmatan setiap saat yang tak ternilai harganya karena terlalu mahal untuk dihargai. Detak jantung kita yang sangat Masya Allah. Berhenti beberapa detik saja kita akan tak bisa menikmati kehidupan didunia lagi. Kita tak pernah menyadari hal ini padahal inilah yang setiap saat kita rasakan kenikmatannya. 

Kita terlalu biasa merasakan kenikmatan sehingga kita lupa bahwa itu nikmat yang luar biasa, bahkan di saat kita dalam kondisi apapun kenikmatan itu masih saja mengalir tanpa hentinya. Maka ketika kita masih mengeluh dengan adanya sedikit masalah yang ada dikehidupan, mengeluh dengan musibah yang datang, mengeluh karena kegalauan, bahkan mengeluh karena hal sepele, maka kita bisa dikatakan terlalu alay.

Jika kita mau melihat sejarah masa silam, Nabi-Nabi dan Rasul yang hidupnya sampai ribuan tahun, berapakah masalah yang menghampiri kehidupannya? sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Coba kita lihat orang-orang yang gelandangan di jalanan, meraka rela untuk meminta-minta demi mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup di bawah teriknya mentari yang panasnya tak terkira dan dinginnya malam yang menusuk jiwa. Apakah kita masih merasa paling susah saat mendapat masalah?

Allah SWT tidak tuli, tidak bisu, tak membiarkan hambanya tertelantarkan, tak memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya. Allah Maha Pengasih, dengan kasih-Nya kita bisa hidup sampai sekarang, dengan kasih-Nya semua manusia sekalipun ia tidak beriman mendapatkan kenikmatan di dunia. Allah juga telah menjamin bahwa ujian yang diberikan kepada hamba-Nya tak melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Allah juga telah menentukan jalan yang terbaik untuk makhluknya. Semuanya terbingkai dalam qadha dan qadar Allah SWT.

Maka kita harus meyakini itu bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk diri kita. Allah tak menyulitkan hambanya. Allah Maha Pengasih dari semua dzat yang pengasih. 

Ketika kita mendapat masalah anggaplah itu adalah ujian dari Allah SWT dan tanda sudah naik derajatnya. Semakin kita bisa menyelesaikan permasalahan, maka semakin meningkat pula derajat kita di sisi Allah SWT. Percayalah masalah itu akan segera usai dan jalan keluar segera kita temui. Jangan pernah bersedih, jangan pernah putus asa, karena semua adalah cobaan dan kita harus menjalaninya dengan lapang dada. Wallahu A'lam.


Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar