Hidup Itu Sawang Sinawang - Merasa Paling Susah / Bahagia

Gambar Orang yang sedang galau

masnasih.com - Postingan kali ini akan berbeda dengan postingan-postingan sebelumnya. Saya akan sedikit curhat tentang masa-masa kelam saya selama menjalani kehidupan dan dengan menulis semacam ini saya lebih mendapatkan ketentraman dibandingkan harus curhat dengan seseorang yang terkadang mendapatkan respon yang menjengkelkan dan bikin mood tambah kurang baik.

Sudah genap enam bulan saya ngeblog dan akhir-akhir ini saya mendapatkan kejutan berupa trafik blog yang menurun secara bertahap. Walaupun penurunannya tidak sampai 50% akan tetapi ini membuat saya menjadi down dan merasa segala usaha yang saya lakukan akan sia-sia. Ukuran kesia-siaan dari usaha saya adalah tidak sesuainya target yang sudah saya tetapkan.

Saya telah menetapkan setiap bulannya mendapatkan tambahan pengunjung 50 dan terus meningkat. Namun dengan adanya penurunan ini saya menjadi terganggu dan untuk menulis artikel jadi kurang semangat. Belum lagi 3 hari terakhir ini saya sengaja mengedit template langsung pada blog yang masih ada pengunjungnya, sehingga performa blog menjadi terganggu.

Adanya error di template juga membuat saya menjadi lebih khawatir jika nantinya terdapat ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan dan akhirnya membuat saya frustasi di tengah jalan. Sampai saat ini saya benar-benar butuh sebuah penyemangat dan dukungan untuk tetap bertahan di antara kegalauan ini.

Belum lagi sekarang saya masih mengemban tugas sebagai mahasiswa, tentunya ini lebih gila lagi. Pikiran yang begitu cabang, ketika dipaksakan untuk disatukan akan menjadi masalah tersendiri bagi kehidupan saya saat ini. Mungkin terlihat sepele, namun dampaknya sangat luar biasa. Bayangan-bayangan tugas dan dosen yang sinis membuat saya enggan menginjakkan kaki di kampus.

Melihat kehidupan saya semester lalu, saya bisa sangat optimis menjalani kehidupan dengan dua cabang itu, tetapi semester ini pikiran saya belum cukup untuk melakukan ke arah situ, butuh strategi baru untuk menjalani kehidupan baru. Selain karena galau blog, juga semester ini saya terlalu banyak mengambil jam kuliah sehingga ini sangat luar biasa efeknya.

2.5 tahun yang lalu, hal ini telah terjadi, dan sepertinya ini mengulang kejadian itu. Namun ada sedikit perbedaan karena sekarang saya merasa lebih baik walaupun belum sesuai denga yang saya harapkan sebelumnya. Yah. Luar biasa membangun bisnis dari nol itu susah memang. Jadi butuh penyemangat. Tanpa penyemangat akan mudah rapuh walaupun mungkin komitmen sudah sangat kuat.

Terkadang saya harus dilema karena di tawarkan dua pilihan yang membuat saya bingung dalam memilihnya. Memilih fokus pada passion, atau melanjutkan apa yang sudah terlajur terlewati yaitu kuliah. Tak jarang, kuliah mendadak menjadi momok yang menakutkan di pikiran saya. Serius, saat ini saya sangat terpaksa dalam menjalani kehidupan di kampus.

Seandainya saya tak mempunyai orang yang mengharapkan saya untuk melanjutkan, niscaya saya sudah hengkang dari dunia perkuliahan saat itu. Dunia perkuliahan tak sebatas pada kuliah, dan mengerjakan tugas, akan tetapi ada duni organisasi yang membuat pikiran tambah kebingungan. Entah kenapa saya masih tergiur dengan dunia ini.

Dulu saya sangat senang dan sangat bangga ketika mengikuti sebuah organisasi. Bahkan saya menjadi orang penting termasuk ketua di organisasi. Masa-masa yang terkadang membuat saya ingin mengulangnya. Namun sekarang dunia saya sudah berbeda. Dunia yang sepertinya alergi dengan yang namanya organisasi. Namun tetap saja tergiur dengan iming-imingan jabatan tertentu di organisasi.

Yah, walaupun saya sangat acuh tak acuh terhadap organisasi, namun 3 tahun terakhir ini saya dipaksa untuk menduduki jabatan di organisasi. Dan ini jabatan yang sangat vital di era masa kini. Era digital, era online, era milenial, dimana semua orang terhubung dengan internet, dan segala sesuatu yang dibutuhkan ada di internet.

Saya diamanati sebagai pengelola web. Dan selama 3 tahun tak ada yang maksimal. Dari mulai organisasi HMPS (HMJ), DEMA Fakultas, Organisasi Ekstra Tingkat Wilayah Regional Jawa Tengah, Sampai dengan Organisasi Senat Mahasiswa Institut. Semuanya tak ada yang maksimal. Sekarang masih menjabat di Organisasi Ekstra dan Senat Mahasiswa (Entah resmi atau tidak).

Coba bayangkan berapa jumlah tanggungan pikiran saya saat ini?

Mari kita hitung satu persatu.

  1. Kuliah 22 sks  (6 hari)
  2. Tugas kuliah
  3. Biaya kuliah
  4. 2 Organisasi
  5. Blog
  6. Skripsi
Oke kita anggap cuma ada 6 poin saja. Sekarang kita jabarkan satu persatu.

Kuliah 22 sks 6 hari

Yah berasa seperti sekolah lagi kan? Libur cuma hari sabtu. Kuliah materinya bikin pusing karena yah terlalu banyak materi yang saya benci. Serius benci karena bosan walaupun sudah dipaksakan untuk suka tetap saja benci. Terlebih lagi harus hitung-hitungan. Pusinglah, karena saya tidak suka dengan hitung-hitungan walaupun saya suka memperhitungkan kehidupan. Hehe..

Tugas kuliah

Jangan dianggap remeh tugas kuliah. Ini membutuhkan banyak waktu untuk mengerjakannya. Jika dipikir-pikir, tugas kuliah ini yang bikin mahasiswa nggak punya waktu untuk berpikir tentang kehidupannya. Tugas kuliah bagi saya adalah hal yang paling saya benci karena ini sangat mengganggu pikiran dan juga aktivitas saya sehari-hari. 

Banyak sekali tugas-tugas yang sangat tidak sesuai dengan kemampuan saya. Termasuk tugas untuk riset secara langsung ke tempat yang diharapkan oleh dosen. Saya tipe orang rumahan, maka ketika ditugaskan ke lapangan ini lumayan berat walaupun tugas tim. Tugas tim juga memerlukan banyak waktu untuk berpikir. Berpikir waktu yang tepat untuk bergerak bersama.

Mencari waktu yang pas di tim itu yang lumayan ribet. Karena tiap orang berbeda jam kuliahnya. Kalau dipikir ini akan menjadi sebuah beban, dan saya memikirkannya. Berarti beban untuk pikiran saya bertambah banyak.

Biaya Kuliah

Pekerjaan saya adalah menulis di blog, dan saya masih merintis baru enam bulan. Tak ada pemasukan yang saya dapatkan melainkan dari belas kasihan keluarga dan Allah Yang Maha Kaya. Terkadang biaya kuliah menjadi masalah yang tak bisa diatasi dengan berusaha dan berdoa. Harus dijalani dengan lapang dada, di rumah menuliskan tulisan kagalauan. hehe.

Saat ini saya tak terkendala dengan biaya kuliah, hanya saja perasaan yang masih kalang kabut karena visitor blog yang anjlok. Semoga semakin membaik. Biaya kuliah yang saya maksud terkait dengan biaya operasional, minimal buat tugas dan bolak-balik kampus (bensin).

Tak ada waktu buat jalan-jalan karena tak punya uang. Tak ada waktu buat belanja di pasar mingguan karena tak punya uang. Tak ada traktiran saat ulang tahunan, karena tak punya uang. Walaupun tak punya uang, namun kehidupan saya masih cukup, dan segala kebutuhan yang paling krusial sudah terpenuhi dengan baik. Allah Maha Pemurah.

2 Organisasi

Karena sebenarnya saya sudah alergi terhadap organisasi, maka saya sepertinya mengabaikan tugas yang harus saya jalankan di organisasi. Sikap seperti inilah yang membuat saya bertambah jauh denga organisasi. Organisasi adalah tempatnya orang berbagi dan ikhlas mengabdi. Sedangkan saya belum cukup untuk berpikiran kesitu. Atau saya sudah bukan arahnya kesitu. 

Perasaan saya sangat sensitif terhadap setiap komunikasi yang terjalin di organisasi. Saat ini saya menjadi orang yang sangat berperasaan, mudah tersakiti karena merasa asing dan sendiri. Merasa terbebani oleh tugas yang harus diemban, walaupun mungkin terkadang ada teman yang pengertian dengan posisi saya saat ini.

Aneh tapi nyata. Dulu saya adalah orang yang paling hebat ibaratnya. Dan sekarang sebaliknya. Saya bisa melihat, saya saat ini adalah orang yang saya benci saat itu. Ataupun orang yang saya anggap wagu saat itu. Ketika saya menjadi pemimpin, saya mendapati orang yang sama kondisinya seperti saya saat ini. Mungkin inilah yang dinamakan roda kehidupan. Dan kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk melakukan sesuatu kecuali ia melakukannya dengan keinginannya sendiri.

Blog

Blog adalah sesuatu yang tidak pernah saya tinggalkan dari waktu ke waktu. Walaupun sesibuk apapun kegiatan saya saat itu, saya tetap menyempatkan waktu untuk mengelolanya. Sekalipun sedang galau tetap saja saya memperhatikannya, karena saya merasa inilah tempat saya, dan inilah harapan saya untuk masa depan saya, walaupun terkadang saya bingung dan merasa tidak yakin.

Menulis semacam ini membuat pikiran saya menjadi tenang. Tanpa menulis hidup saya menjadi tidak tenang dan merasa ada yang kurang. Saya sangat sadar terkadang saya ini apa sih. Saya merasa bukanlah siapa-siapa, dan apa yang saya lakukan tak ada artinya di hadapan sesama manusia, terlebih lagi dihadapan Allah SWT. 

Saya merasa sebutir debu atau bahkan kotoran yang tak ada gunanya, dibenci oleh semua orang, sombong, angkuh, tak ada yang bisa diharapkan. Di saat inilah saya merasa hanya Allah lah yang dapat membantu saya. Hanya Allah lah yang mampu merubah kehidupan saya menjadi lebih baik. Hanya bisa berharap dan berharap untuk dijadikan orang yang hidup lebih baik.

Skripsi

Di semester tua ini (semester 8), saya belum menyentuh skripsi. Jangankan skripsi, teori saja masih banyak yang belum saya selesaikan. Masih banyak sekali teori yang saya tinggalkan dan sebagiannya lagi perlu mengulang karena kemalasan saya waktu itu. Ini benar-benar menjadi beban tersendiri bagi hidup saya saat ini.

Maka ketika ada orang yang mengingatkan, saya cenderung sakit hati karena yang saya butuhkan saat ini adalah dukungan dan motivasi, bukan sebuah pertanyaan, peringatan, cacian, ataupun hinaan yang justru membuat hati ini semakin dalam memikirkannya. Hati bisa sampai berpikir, ini luar biasa hehe..

Maka sekali lagi ketika saya diam, jangan disalahkan, karena saya saat ini sedang butuh dukungan. Saya butuh teman untuk melupakan pikiran-pikiran yang menjadi beban, bukan teman yang mengingatkan beban pikiran saya. Maka perlu saya sampaikan disini bahwa saya sekarang ibarat roda, sedang berada di bawah. Di bawah itu tentunya terasa berat, karena harus menanggung beban dan bersentuhan dengan tanah. 

Harus bergesekan dengan tanah, bisa jadi tanah liat, tanah comberan, tanah yang ada kotoran hewannya dan lain sebagainya. Belum lagi beban yang harus di tanggung terlalu berat. Ibarat sepeda buat anak, anak tapi ditunggangi oleh orang dewasa, gemuk pula. Ini sangat parah bukan?

Luar biasa memang kehidupan ini. Saya tidak bisa membayangkan jika sebulan saja menghadapi situasi yang seperti ini tanpa henti tanpa solusi, apakah saya bisa kuat menghadapinya. 

***

Terima kasih sudah membaca curhatan saya. Jangan anggap itu adalah sebuah tuntunan, tapi anggaplah tulisan ini menjadi pelajaran agar Anda tidak melakukan kegilaan ini, agar Anda bisa lebih baik dari saya, agar Anda bisa menghadapi hal semacam ini dengan pikiran yang terbuka tidak sesempit saya saat ini.

Silakan nilai diri saya, dan bandingkan dengan Anda, apakah Anda lebih beruntung dari saya? Jika merasa lebih beruntung silakan maksimalkan keberuntungan Anda. Pertahankan keberuntungan itu sebelum kegalauan ini muncul di kehidupan Anda.

Semoga Allah SWT mencerahkan pikiran kita, hati kita, sehingga kita bisa menghadapi semua permasalahan yang ada di dunia dengan tenang dan damai. Laa haula wala quwwata illa billah. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirootol mustaqiim. Shirootolladziina an'amta 'alaihim. Ghoiril maghdzuubi 'alaihim. Waladldloolliin. Aamiin.


Previous
« Prev Post