Sekarang Anda Sukses Ya

Kata-kata sukses
Sampean saiki sukses ke yo.
masnasih.com - Masya Allah. Ketika saya bertemu dengan teman sepermainan waktu kecil, memang sudah lama kami tidak berjumpa dan waktu itu kami bertemu di jalan, kami saling sapa senyum dan ia mengatakan kepada saya,"Sampean saiki sukses ke yo." {Kamu sudah sukses.} Seketika saya merasa senang sekaligus tergelitik.

Entah apa yang ia maksud dengan kesuksesan itu, saya kurang paham dengan maksud perkataannya itu. Namun saya mencoba berpikir, selama ini saya berinteraksi dengan dia di fb walaupun jarang berinteraksi secara langsung. Saya menduga ia melihat status-status saya di fb yang memang saya sengaja menyampaikan beberapa materi tentang blog.

Mungkin ia mengira saya sudah mendapatkan penghasilan dari hasil ngeblog saya dsb, itu dugaan saya sementara. Namun ketika ditarik ke depan lagi, saya menyadari bahwa tanpa harta pun aku sudah merasa sukses karena Alhamdulillah akhir-akhir ini saya mendapatkan ketenangan yang luar biasa dan diberi kesempatan oleh Allah SWT. untuk beribadah dengan perasaan yang nyaman tanpa ada kegalauan walaupun saya pengangguran.

Namun di sisi lain saya juga melihat kehidupan teman saya yang setiap hari kerja. Luar biasa, saya merasa ia lebih sukses dari saya, akan tetapi mungkin ada satu hal yang perlu ditambahkan yaitu bertaqwa. Tak usah jauh-jauh bertaqwa dulu tapi dimulai dari menjaga kewajiban agar tetap terlaksanakan itu mungkin lebih tepatnya.

Pikiran saya ini saya ambil dari kehidupannya di masa lalu. Memang teman saya yang satu ini dalam beribadah kurang, tetapi semangat kerjanya luar biasa. Jadi saya hanya berpikir ketika ia mau istioqmah dalam menjalankan kewajiban saja, hidupnya akan lebih luar biasa dari pada saya.

Dari kecil ia terbatas oleh pendidikan agamanya. Karena merasa terkucil dan mungkin memang ekonomi keluarganya yang hanya cukup untuk bertahan hidup, pendidikan agama mereka menjadi tidak diperhatikan. Jangankan pendidikan agamanya, pendidikan formalnya juga tidak maksimal. Ia sendiri hanya lulus sekolah MI/SD Sederajat.

Pikiran ini saya ambil dari masa lalunya, jadi saya tidak tahu kalau ternyata ia sudah berubah lebih baik, saya tidak tahu itu. Namun ada sedikit keanehan yang saya lihat dari dirinya. Saya merasa ia terlihat bercahaya, wajahnya cerah, dan ketika saya melihatnya seperti tak melihat adanya aura kegalauan seperti yang biasa saya lihat di masa lalu.

Saya menganggap ia sudah berubah, ataupun ada amalan luar biasa yang menjadikan ia terlihat bercahaya yang saya tidak mengetahui itu. Ada beberapa dugaan saya yang membuat pikiran saya berpikir itu mungkin saja terjadi.

Ibu yang Luar Biasa

Ia mempunyai ibu yang taat pada syariat agama. Walaupun ia tidak berpendidikan tinggi akan tetapi semangat mencari ilmunya luar biasa. Bahkan jika dibandingkan, ibu saya tidak lebih hebat dari ibu saya. Setiap harinya juga berjamaah di musholla. Tak ketinggalan kegiatan masyarakat yang juga selalu ia hadiri.

Masya Allah.

Saya menganggap doa ibunya lah yang menjadikan anak-anaknya, kehidupannya lebih bersinar. Setidaknya sekarang masalah ekonomi sudah teratasi. Di keluarganya sudah ada usaha rumahan yang dikerjakan sekeluarga. Jika ada orang yang lewat depan rumahnya, niscaya akan mengatakan bahwa mereka sangat solid.

Berbakti kepada Orang Tua

Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Usaha itu sudah berjalan semenjak ayahnya masih hidup. Dan semenjak ayahnya meninggal kerjaan masih tetap berjalan dan menurut kabar dari orang, budaya kerjanya sangat disiplin dan sangat bonafit terhadap pelanggannya.

Ibunya yang sabarnya luar biasa sekarang sudah bisa menikmati masa tuanya. Semangat dalam beribadah dan juga semangat dalam bekerja. Iya, memang mereka terlihat sangat solid. Saya mengira ada perubahan besar yang terjadi di keluarga itu yang merekapun tak menyadarinya.

Gesekan-gesekan yang sering terjadi waktu itu, sekarang mungkin sudah tidak ada lagi, atau minimal sudah berkurang. Sudah dari beberapa tahun yang lalu sebelum ayahnya meninggal, kakak-kakaknya sudah menikah, dan teman saya adalah anak terakhir.

Jika dulu banyak cekcok hal sepele di keluarganya, kemungkinan sekarang sudah tidak ada semenjak kakak-kakaknya berkeluarga dan ayahnya meninggal dunia. Saya menganggap orang yang sudah berkeluarga sikapnya akan lebih santun dibandingkan dengan perjaka. Dan teman saya sekarang sudah mau menginjak dewasa, sikapnya pun akan berubah lebih santun, lebih bisa mengendalikan emosi.

Masya Allah begitu besarnya kuasa Allah SWT. Menjadikan sebuah alur cerita yang cantik nan indah. Syair tentang roda kehidupan benar-benar nyata adanya. Namun tak banyak orang yang menyadarinya, memikirkannya.

Kembali ke awal lagi, ketika ia mengatakan kepada saya,"sampean saiki sukses ke yo." {Sekarang Kamu Sudah Sukses}, saya menjadi berpikir. Anda lebih hebat dari saya, Anda lebih mendapatkan banyak dari apa yang telah saya dapatkan. Namun Anda tidak lebih beruntung dari saya. Ilmulah yang membuat kamu merasa saya sudah sukses, dan Anda tidak mengetahui hal itu. Itulah letak kesuksesan saya. Wallahu A'lam.
Sukses bukan tentang seberapa banyak harta yang sudah Anda dapatkan, sukses adalah kewajibanmu terpenuhi, dan batas kehidupanmu terjaga.


Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Gak ada tombol like / reactian nya ya... Wkwk pengen kasih like

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Belum kepikiran. Nanti kasih deh. Terima Kasih Masukannya :)

      Hapus