Tinggalkan SEO Sementara untuk Membangun Kembali Semangat Menulis yang Hilang

masnasih.com - menulis adalah proses mencurahkan segala isi hati dan perasaan. Sedangkan pikiran adalah tempat untuk memikirkan hal yang masih mentah menjadi matang. Maka menulis sambil berpikir adalah hal yang sangat bertentangan dan berakibat pada kemandekan dalam menulis sebuah tulisan sebelum selesai.

Jika mau membuktikan bahwa menulis adalah proses mencurahkan segala isi hati dan perasaan maka kita bisa membandingkan antara laki-laki dan perempuan. Pada kenyataannya perempuan lebih hebat dalam menulis sebuah tulisan dan cenderung lebih nyaman ketika dibaca dibandingkan dengan tulisan laki-laki.

Perempuan juga bisa menulis tulisan yang sangat panjang tetapi masih tetap nyaman untuk dibaca. Sedangkan laki-laki cenderung suka membuat tulisan yang sedikit hanya menuju pada inti permasalahan sehingga ketika dibaca akan kurang bisa memberi gambaran yang gamblang dibandingkan dengan tulisan perempuan.

Begitu juga dengan masalah penulisan konten yang sesuai dengan SEO. Di samping kita harus menulis panjang juga harus memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam ilmu SEO, sehingga di saat yang sama kita sebenarnya sedang dalam peperangan antara perasaan dengan pikiran.

Ketika pikiran mendominasi, maka yang terjadi adalah berhenti menulis, dan ketika pikiran kalah, maka kita masih bisa menulis tetapi tulisannya cenderung lebih elek dibandingkan dengan fokus menulis.

Banyak sekali kesempatan yang kita lewatkan hanya karena terlalu sibuk memikirkan SEO, nyatanya ternyata tak sedikit orang yang fokus dengan tulisannya dan hanya sedikit mengingat SEO justru lebih beruntung (mendapatkan banyak pengunjung).

Maka saya perlu mengingatkan, ketika ada ide langsung tulis saja, dan setelah tulisan selesai barulah tulisannya dihiasi dengan SEO. Hal ini perlu diperhatikan agar kita tak terpaku pada satu permasalahan yang seharusnya dipikirkan belakangan, sehingga merusak fokus utama.

Tulislah yang mengalir apa adanya bagaikan menulis status di sosmed dengan tulus tanpa ada rekayasa. Tulislah dari dalam hati yang paling dalam sehingga orang yang membaca pun akan mendapatkan pencapaian inti sari dari tulisan itu di hati mereka. Wallahu A'lam



Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar