Waktu Yang Berlalu Begitu Cepat Seperti Kilat

masnasih.com - Pagi ini waktu terasa begitu cepat. Mataku yang masih terasa sepet mulai melebar suara mp3 murottal quran masih terdengar dari hp yang kutaruh tepat di sebelah kepalaku. Jam di ponsel masih menunjukkan pukul 03.36 WIB, ku perbaiki posisi tidur dengan mata yang mulai terpejam kembali untuk melanjutkan tidur barang sebentar jam sampai jam 4. Baru beberapa detik tertidur aku bangun lagi dan melihat jam ternyata sudah pukul 04.01 WIB aku sempat kaget karena rasanya baru beberapa detik terpejam 25 menit lewat begitu saja. Aku yang masih belum percaya dengan kejadian aneh ini. Masih dengan posisi yang sama kupejamkan lagi kedua mata.

Namun baru sebentar saja memejamkan mata bapak memanggilku dengan nada khasnya yang menjengkelkan. Kulihat jam ternyata sudah pukul 04.06 WIB. Aku masih belum beranjak dari tempat tidur, kupejamkan mata sebentar dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 04.09 WIB. Aneh tapi nyata, 3 kali berturut-turut dan sepertinya aku masih sadar betul dan kondisi badang masih fit tidak sakit, tapi entah kenapa waktu begitu cepat berlalu seperti dilipat. Ini adalah kejadian aneh pertama yang kualami tentang waktu yang cepat tak bisa dicerna dengan pikiran. Aku sadar betul lipatan waktu yang terakhir, aku melihat jam lalu aku membenarkan posisi tidur dan ketika aku melihat jam, 3 menit sudah berlalu begitu cepat. Padahal, jika dipikir maka membenarkan posisi tidur tak akan mungkin lebih dari 30 detik.

Hm ... Apakah ini yang dimaksud waktu yang melipat? Entahlah apa itu namanya yang jelas aku mengalaminya sendiri. Mungkin aku akan berpikir bahwa itu karena aku lelah dan tertidur. Namun nyatanya hal itu terjadi 3 kali berturut-turut dan saat itu aku sadar betul dengan apa yang kulakukan. Yang pertama mungkin aku tertidur, tapi yang kedua dan yang ketiga aku dalam keadaan sadar.

Ah ... mungkin aku harus mengembalikan semuanya pada Sang Pencipta Jagat Raya. Karena Dialah yang menciptakan segala sesuatunya. Dialah yang berkuasa atas segalanya. Semoga keanehan itu menjadi jalan yang menghubungkan antara hatiku dengan dzat Tuhan Yang Maha Agung.

Loading...
Loading...


Previous
« Prev Post