Tips Menulis Artikel Panjang Tapi Terasa Ringan Tanpa Beban

masnasih.com - Menulis artikel merupakan proses penyampaian ide, gagasan, pengalaman, oleh seseorang untuk memberi pengetahuan atau informasi kepada orang lain dalam bentuk yang berbeda-beda tergantung informasi apa yang ingin disampaikan. Misalkan ingin menyampaikan sebuah berita, maka dibuat menggunakan tulisan dengan format berita. Contoh lain ingin menyampaikan opini, maka ditulis dengan format sederhana dan bahasa yang bisa dengan bahasa santai atau bahasa sehari-hari, bahkan bahasa daerah sendiri.

Lalu ada yang bertanya. Kenapa saya sudah membuat artikel muter-muter tapi setelah dicek di tool penghitung kata ternyata masih 100-200 kata. Gimana cara biar nulis bisa panjang sampe 1000 kata?

Oke, akan coba saya jelaskan secara sederhana saja biar mudah dipahami.

Tips Menulis Artikel Panjang Tapi Terasa Ringan Tanpa Beban

Sekarang kita ambil 3 poin yang sudah saya sebutkan di paragraf pertama, yaitu ide, gagasan, dan pengalaman. Dari 3 poin di atas setidaknya ada satu poin yang kita miliki. Jadi dilihat dulu, apa yang ingin disampaikan? Apakah ide, gagasan, atau pengalaman? Alangkah lebih bagusnya lagi jika 3 poin tersebut sudah Anda miliki semua. Dengan memiliki ketiganya, Anda akan lebih mudah membuat artikel panjang karena ada 3 poin yang bisa Anda jabarkan dan tentunya akan lebih powerfull.

Sebenarnya dengan modal salah satu dari 3 poin tersebut Anda sudah bisa membuat artikel panjang. Namun, akan saya jelaskan lagi agar lebih panjang, dan mungkin sampe Anda bosa sendiri karena panjang kayak kereta. Hehe..

1. Membuat Outline/Kerangka Artikel

Kerangka artikel bisa berupa poin-poin apa yang ingin Anda sampaikan di artikel tersebut. Misalnya disini saya mempunyai artikel dengan poin-poin yang sudah saya kasih nomor ini dari satu sampe lima, ada kalimat pembuka, dan ada kalimat penutupnya. Jika ingin lebih lengkap lagi, Jadi ini merupakan outline.

Agar lebih jelas akan saya kasih contoh outline dari artikel ini. Kira-kira seperti ini outlinenya.

* * *

Kalimat Pembuka

Disini saya ingin menyampaikan tentang pengertian artikel menurut saya sendiri dan pertanyaan yang saya dapatkan dari grup facebook.

Pembahasan

Dalam pembahasan saya akan mengutip poin-poin yang ada di paragraf awal untuk menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan. Namun ini masih bersifat sederhana. Dan lebih lanjutnya akan saya bahas di poin-poinnya.

Poin  1: Membuat Outline / Kerangka Artikel

Poin ini berisi tentang pentingnya membuat kerangka artikel. Kemudian juga ada contoh untuk mempermudah pemahaman.

Poin 2 : Mencari Referensi / Sumber Terpercaya

Poin ini membahas tentang diperlukannya referensi untuk memperkuat otentitas artikel dan itung-itung nambah jumlah kata.

Poin 3 : Membuat Daftar Pertanyaan (Q&A)

Membahas mudahnya membuat artikel dengan cara membahas pertanyaan dan manfaatnya.

Poin 4 : Sediakan Cemilan dan Makanan Kesukaan

Poin ini membahas lebih kearah kondisi psikis orang. Karena dengan cemilan dan makan favorit bisa merilekskan pikiran.

Poin 5 : Bayangkan Anda Sedang Menjawab Pertanyaan.

Poin ini membahas jika seseorang menjawab pertanyaan orang lain biasanya cenderung bisa menjawabnya dengan jawaban yang panjang kali lebar. (Panjang banget maksudnya).

Kalimat Penutup

Berisi motivasi pendek yang membuat pembaca ingin segera praktek dan yakin bahwa jika menerapkan materi ini akan berhasil.

* * *

Nah. Seperti itulah outline atau kerangka dari artikel ini. Jika kita perhatikan, ternyata outline sederhana di atas jumlah katanya sudah lebih dari 150 kata kan? Lalu bagaimana dengan eksekusinya? Tentu akan lebih banyak lagi dong. Bisa jadi 10 kali lipatnya, atau bahkan 20 kali lipatnya, tergantung kreativitas penulis. Coba saja baca artikel sampai selesai. Pasti Anda akan tahu sendiri.

2. Mencari Referensi / Sumber Terpercaya

Referensi akan membuat artikel yang kita buat semakin berbobot. Referensi juga menandakan adanya perkembangan pengetahuan sehingga menjadi lebih menarik untuk dibaca. Dengan adanya referensi, kita juga terbantu untuk memperbanyak jumlah kata dalam artikel. Betul apa betul?

Oke, mungkin ada yang bertanya, "Kalo ngambil referensi bukannya nggak lolos copyscape?"

Iya, kalo referensi dari blog lain tentu nggak lolos copyscape, tapi itu nggak masalah selagi ngambil referensinya tidak berlebihan. Referensi itu untuk memperkuat, bukan di konten 50%nya konten dari referensi itu bukan. Maksimal 10% dari keseluruhan artikel yang kita buat. Lebih baik lagi jika lebih sedikit lagi.

Maksud saya begini. Penjelasan di artikel kita lebih banyak daripada konten referensi. Misalkan kita ngambil referensi satu kalimat, maka kita harus menjelaskannya setidaknya satu paragraf. Tetapi semua tergantung pada materinya apa ya. Jadi sesuaikan saja sendiri. Intinya referensi itu untuk menghias saja.

Saya sendiri di artikel ini tidak mengambil referensi dari manapun. Kalaupun saya ngambil referensi mungkin saya hanya akan mencari referensi tentang pengertian artikel. Itu saja. Jadi jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah kata dalam artikel ini tentunya referensi tersebut mungkin persentasenya hanya 1-5% saja.

3. Membuat Daftar Pertanyaan (Q&A)

Daftar pertanyaan bisa kita tuliskan dalam bentuk Q & A, atau bisa juga kita jadikan poin pembahasan. Jadi kita kumpulkan saja pertanyaan-pertanyaan baik dari forum-forum maupun dipikir sendiri yang menurut kita pertanyaan tersebut akan mungkin akan ditanyakan oleh pembaca. Daftar pertanyaan ini, selain menambah jumlah kata juga akan  memberikan informasi ataupun solusi yang lebih kepada pembaca, yang tentunya pembaca tersebut akan suka dengan artikelnya.

4. Santai dan Sediakan Cemilan Serta Minuman Kesukaan

Santai sambil makan cemilan, minum susu hangat misalnya; akan memberikan rasa nyaman sehingga pikiran kita akan tetap rileks saat membuat artikel. Pikiran yang rileks akan berfungsi secara maksimal tanpa merasakan kejenuhan. Jenuh sendiri adalah masalah yang biasa muncul dan umum dialami oleh seorang penulis.

Yah. Bikin rileks saja jangan tergesa-gesa. Kalau udah mulai jenuh, coba tarik nafas dalam-dalam dan berhenti sejenak. Lalu lanjutkan lagi setelah rileks.

5. Bayangkan Sedang Menjawab Pertanyaan Orang Lain

Sudah menjadi rahasia umum dan kebiasaan manusia itu sukanya menasehati orang lain walaupun dirinya sendiri belum bisa melakukannya. Kita sering juga kan, kalo ada temen yang tanya, misalnya curhat tentang masalahnya, lalu kita dimintai pendapat.

Wuihh.. pasti langsung keluar semua motivasinya, solusinya kayak muncul begitu saja di kepala, walaupun mungkin sebenarnya kita belum pernag mencobanya.

Ya. Kita jadikan orang tersebut menjadi kelinci percobaan atas ide-ide kita yang muncul dengan begitu cepatnya. Dan nggak tanggung-tanggung, kalo ngeluarin ide itu sampe mulut kita berbusa-busa 😁

Betul apa betul?

Jadi rasakan saja kenyamanan itu. Rasakan bagaimana saat menulis adalah saat kita sedang dihadapkan pada teman yang sedang curhat masalahnya dan kita diminta untuk memberikan solusi.

Mungkin itu akan cukup untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam membuat artikel. Nyatanya sekarang ini saya juga bayangkan sedang menjawab pertanyaan Anda. Dan hasilnya ... bisa Anda nilai sendiri ya?

Sekarang kalo artikel yang kita buat mempunyai referensi, maka seperti halnya saat kita mengatakan pada teman kita bahwa,"Dia loh, juga mengatakan ini, buku ini loh mengatakan begini, ada loh penelitian tentang solusiku ini."

Ya. Mungkin kurang lebihnya seperti itu. Ternyata membuat artikel panjang itu nggak sulit-sulit amat kan?

Tentu tidak. Ya sudah sekarang praktekin, jangan cuma dipikir aja nggak praktek-praktek. Oh iya. Ada satu hal lagi yang perlu Anda ketahui.

"Menulis berbanding lurus dengan membaca, semakin banyak membaca semakin memungkinkan banyak menulis."

Jadi, perbanyaklah membaca agar bisa menulis banyak. Jangan cuma lihat status fb, itu nggak akan membantumu untuk menambah skill menulis. Mulai sekarang perbanyaklah membaca artikel dari blog.

Kalo ada temen blogger yang share link di facebook, baca aja tuh, jangan pelit kuota. Selain Anda bisa melatih skill menulismu, Anda juga akan mendapatkan informasi baru dan juga semakin mengetahui berbagai variasi tulisan dari beragam orang.

So, Langsung Praktekinlah Biar Nggak Lupa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar