Tulisan Arab La Tahzan - Innallaha Ma'anaa Berserta Penjelasannya

La Tahzan
masnasih.com - Tulisan Arab La Tahzan biasa digunakan untuk menghibur orang lain yang sedang bersedih. Dengan mengirimkan tulisan ini diharapkan mampu mengingatkan orang lain untuk ingat bahwa Allah mengetahui segalanya dan selalu bersama hamba-Nya yang sholih. Dipostingan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan la tahzan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Tulisan Arab Birrul Walidain - Penjelasan dan Kaligrafi Sederhananya

Tulisan Arab La Tahzan - Innallaha Ma'anaa


Video Penenang Hati yang Gundah Gulana

'Alaa bidzikrillahi tathmainnul Qulub {hanya dengan mengingat Allah, hati ini akan merasa tentram}. Silakan putar video ini sebagai terapi sembari membaca artikel ini. Semoga Allah memberikan ketenangan hati yang galau, meringankan segala permasalahan, memberikan rezeki yang melimpah, sehingga kita bisa beribadah dengan tenang. Aamiin.

Lihat Juga : Video Inspirasi - Anak 9 Tahun yang Mempunyai Ibu Gila

Arti Laa Tahzan Ya Ukhti

Gambar La Tahzan Ya Ukhti
لَاتَحْزَنْ يَااُخْتِيْ Artinya jangan bersedih wahai saudaraku (untuk perempuan). Digunakan untuk menghibur teman perempuan yang sedang sedih atau tanda empatik terhadap apa yang sedang dialami oleh teman perempuan.

Baca Juga : Tulisan Arab Birrul Walidain - Penjelasan dan Kaligrafi Sederhananya

Kata Kata La Tahzan Ya Ukhti

Jangan bersedih, meskipun kau sangat merasa tersakiti dengan apa yang dikatakan orang lain terhadapmu. Jangan bersedih, meskipun apa yang kau perbuat belum membuahkan hasil yang memuaskan untuk dirimu. Jangan bersedih, meskipun tatkala orang lain memandang rendah terhadap kemampuan yang kau miliki.

Jangan bersedih, meskipun engkau telah banyak kali terjatuh dan tersungkur sehingga hendak menangis. Jangan bersedih, meskipun banyak onak duri yang menjadi rintangan dalam mencapai apa yang kau inginkan. Jangan bersedih, meskipun saat itu kau merasa terkucilkan dari kehidupanmu.

Karena ketahuilah,apa yang kau lakukan jika bersedih, itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa, tidak akan bisa merubah apapun menjadi lebih baik, bersedih tidak menghilangkan sakit hatimu, bersedih tidak menjadikan hasil kerjamu memuaskan, bersedih tidak membuat orang memandang hormat kepadamu.

Bersedih tidak membantumu untuk tidak terjatuh lagi, bersedih tidak menghilangkan rintangan yang kau hadapi dan bersedih juga tidak membuatmu bisa diterima didalam lingkunganmu.

Laa Tahzan ya ukhti. Hidup ini memang penuh dengan cobaan yg harus dihadapi, tapi yakinkanlah dari dalam lubuk hatimu, bahwa Allah tidak akan menguji seseorang melebihi kemampuan dirinya, setelah gelap pasti terang kan menjelang, yakinlah itu. Ujian dan cobaan yang diberikan kepada kita, kepahitan dan keperitan yang kita rasai, pasti ada makna di sebalik itu semua, tinggal bagaimana cara kita untuk mensyukurinya.

Jangan takut dan jangan bersedih. Jika ini ketentuanMu, ku coba tabahkan hatiku, karena pasti tersirat sesuatu di balik yang tersurat itu. Karena ku manusia biasa, tidak terdaya memikirkan apakah hikmahnya? apakah rahasianya? Hidup ini terus berputar, tiada masa untuk lengah, tiada masa untuk patah.

Ku kuatkan hati yang serapuh kaca ini, ku salutkan bersama doa tulus suci, karena doa itu tersimpan satu kekuatanku, kekuatan dari yang Empunya segalanya. Dan pastinya dunia bukan milikku sendiri,untukku atur segalanya, karena yang takdir itu mengatasi tadbir. tadbir dari manusia yang lemah, takdir dari Tuhan Yang Maha Mencipta.

Ku simpan segala pahit dan duka,dalam surat kehidupan ini, yang penuh sirat pengajaran di balik yang terjadi pasti ada yang terjanji termateri sesuatu yang pasti jika kau ridho ketentuan Ilahi.

Alangkah banyak jalan keluar yang datang selepas rasa putus asa dan betapa banyak kegembiraan datang selepas kesusahan. Siapa yang berbaik sangka kepada Penguasa 'Arasy dia akan memetik manisnya buah yang dpetik di tengah tengah pohon berduri.

"Pimpinlah kami dalam menjalani kehidupan fana ini dengan kasih sayangMu yang tiada batasannnya."

(Sumber : neng icha)

Dalil Laa Tahzan Innalla Ma Ana

Gambar Dalil La Tahzan
Dalam Alquran Surat At-Taubah Ayat 40 disebutkan 

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Yang artinya : Jika kamu tidak menolongnya [Muhammad] maka sesungguhnya Allah sudah menolongnya [yaitu] ketika orang2 kafir [musyrikin Mekah] mengeluarkannya [dari Kota Mekah] sedang ia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, saat ia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita".

Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada [Muhammad] dan membantunya dengan tentara yang tidak kamu lihat, dan Alquran menjadikan orang2 kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. At-Taubah Ayat 40)

Baca Juga : Astaghfirullahal Adziim untuk Meleburkan Dosa

Tafsir Q.S. At-Taubah Ayat 40

Firman Allah Swt.:

إِلا تَنْصُرُوهُ

Jikalau kalian tidak menolongnya. (At-Taubah: 40)

Yakni jika kalian tidak menolong Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah-lah yang menolong, yang membantu. yang mencukupi, dan yang memeliharanya, seperti yang telah dilakukan-Nya:

إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ

Ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah), sedangkan dia salah seorang dari dua orang. (At-Taubah: 40)

Hal ini terjadi pada tahun beliau Rasulullah Saw. melakukan hijrahnya. Saat itu orang-orang musyrikin bertekad hendak membunuh Rasulullah atau menahannya atau mengusirnya. Maka Rasulullah Saw. lari dari mereka bersama sahabat Abu Bakar As-Siddiq. Kemudian keduanya berlindung di Gua Sur selama tiga hari, menunggu agar orang-orang musyrikin yang mencari dan menelusuri jejaknya kembali ke Mekah. Setelah itu beliau bersama Abu Bakar meneruskan perjalanan ke Kota Madinah.

Abu Bakar merasa takut apabila seseorang dari kaum musyrikin yang mengejarnya itu melihatnya yang nantinya Rasulullah Saw. akan disakiti oleh mereka. Maka Nabi Saw. menenangkan hatinya dan meneguhkannya seraya bersabda:

"يَا أَبَا بَكْرٍ، مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا"

Hai Abu Bakar, bagaimanakah dugaanmu terhadap dua orang yang ketiganya adalah Allah?
Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan bahwa:

حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، أَنْبَأَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ حَدَّثَهُ قَالَ: قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ فِي الْغَارِ: لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا تَحْتَ قَدَمَيْهِ. قَالَ: فَقَالَ: "يَا أَبَا بَكْرٍ، مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا".

Telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas; Abu Bakar telah bercerita kepadanya bahwa ketika ia berada di dalam gua bersama Nabi Saw., ia berkata kepada Nabi Saw., "Seandainya seseorang dari mereka itu memandang ke arah kedua telapak kakinya, niscaya dia akan dapat melihat kita berada di bawah kedua telapak kakinya." Maka Nabi Saw. bersabda: Hai Abu Bakar, apakah dugaanmu tentang dua orang, sedangkan yang ketiganya adalah Allah?

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab Sahih-nya masing-masing. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

فَأَنزلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ

Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya (Muhammad). (At-Taubah: 40)

Maksudnya, dukungan serta pertolongan Allah diturunkan kepada Rasulullah Saw. Demikianlah menurut salah satu di antara dua pendapat yang masyhur (terkenal). Menurut pendapat lain, ketenangan-Nya itu diturunkan kepada Abu Bakar. Telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW. selalu disertai oleh ketenangan. Akan tetapi, hal ini tidaklah bertentangan bila dikatakan bahwa ketenangan tersebut diperbarui dalam keadaan yang khusus itu. Dalam firman selanjutnya disebutkan:

وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا

dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. (At-Taubah: 40)

Yaitu para malaikat.

وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا

dan Allah menjadikan seruan orang-orang yang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. (At-Taubah: 40)

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud yakni kalimat orang-orang kafir adalah kemusyrikan. sedangkan kalimat Allah yakni kalimat "Tidak ada Tuhan selain Allah"".

Dalam kitab Sahihain disebutkan dari Abu Musa Al-Asy'ari r.a. bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang seorang lelaki yang berperang karena pemberani dan seorang lelaki yang berperang karena fanatisme dan pamer, manakah di antara keduanya yang termasuk di jalan Allah Swt.? Rasulullah Saw. menjawab:

"مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ"

Barang siapa yang berperang untuk membela agar kalimat Allah tinggi, maka dialah yang berada di jalan Allah.

* * *
Firman Allah SWT. :

وَاللَّهُ عَزِيزٌ

Allah Mahaperkasa. (At-Taubah: 40)

Yaitu dalam pembalasan dan pertolongan-Nya, lagi Mahakebal Zat-Nya, tidak akan tertimpa bahaya orang yang berlindung kepada naungan-Nya dan mengungsi kepada-Nya dengan berpegang kepada khitab (perintah)-Nya.

حَكِيمٌ

lagi Mahabijaksana. (At-Taubah: 40)

Maha Bijaksana dalam semua perbuatan dan ucapan-Nya

Hadits Laa TahzanGambar Kaligrafi La Tahzan

Hadist Nabi SAW :

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَاتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَاتُهُ فَهُوَ الْمُؤْمِنُ

Artinya : “Barangsiapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah seorang yang beriman” (HR. Tirmidzi).

Doa Rasulullah SAW agar dijauhkan dari kesedihan

اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن 

Artinya : “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih…” (HR. Bukhari dan Muslim).



Kata Kata La Tahzan


Laa Tahzan. Perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan yang lebih baik.

Laa Tahzan. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Laa Tahzan, Selalu ada jalan di setiap permasalahan

Laa Tahzan, Tak percayakah Allah senantiasa menyayangi dan mengerti segala yang kita butuhkan?

Hidup bukan untuk bersedih, Laa tahzan semuanya akan baik,-baik saja.

Masalah jangan buat dirimu semakin sedih, Laa tahzan jadikan masalah sebagai jalan yang memang harus dilalui dengan hati yang lapang.

Laa Tahzan. Hidup itu mudah hanya melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan

Laa tahzan. badai mungkin akan ...baca selengkapnya

Laa Tahzan Innallaha Ma'ana Arab Artinya

لَاتَحْزَنْ اِنَّ اللهَ مَعَنَا Artinya jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Laa Tahzan Innallaha Ma'ana Ayat

Dalam Alquran Kita bisa menemukan tulisan ini di surat At-Taubah Ayat 40 Juz 10.

La Takhaf Wala Tahzan Innallaha Ma'ana In Arabic

Ini adalah tulisan dalam versi arabnya لَاتَخَفْ وَلَاتَحْزَنْ اِنَّ اللهَ مَعَنَا

Tulisan Arab Innallaha Ma'ashobirin Ayat

Di dalam Alquran Anda bisa menemukan tulisan ini di surat Al-Baqarah Ayat 153.

Wabasysyirish Shobirin Tulisan Arab

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat untuk Bahagia

  1. Sadarilah bahwa jika Anda tidak hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan terpecahlah pikiran Anda, akan kacau semua urusan, dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda. Inilah makna sabda Rasulullah: "Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore; dan jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi."
  2. Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan.
  3. Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada di alam gaib. Jangan pikirkan hingga ia datang dengan sendirinya.
  4. Jangan mudah terguncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri Anda setara dengan kritikan tersebut.
  5. Beriman kepada Allah, dan beramal salih adalah kehidupan yang baik dan bahagia.
  6. Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan, maka dia harus berdzikir kepada Allah.
  7. Hamba harus menyadari bahwa segala sesuatu berdasarkan ketentuan qadha' dan qadar.
  8. Jangan menunggu terima kasih dari orang lain.
  9. Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan terburuk.
  10. Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri Anda.
  11. Semua qadha' bagi seorang muslim baik adanya.
  12. Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.
  13. Anda dengan semua yang ada pada diri Anda sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain.
  14. Yakinlah, dari waktu ke waktu selalu saja ada jalan keluar.
  15. Yakinlah, dengan musibah hati akan tergerak untuk berdoa.
  16. Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati.
  17. Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan.
  18. Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele.
  19. Sesungguhnya Rabb itu Maha Luas ampunan-Nya.
Hidup itu mudah. Yaitu melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan. Kewajiban sehari-hari seorang muslim adalah sholat 5 waktu. Kewajiban yang kedua adalah zakat, Zakat fitrah dilakukan sekali dalam setahun, zakat mal dilakukan ketika harta yang kita miliki sudah mencapai haul dan nishob. Kewajiban yang ketiga adalah puasa pada bulan ramadhan. Dan kewajiban yang kelima adalah haji bagi yang mampu. Jika dilihat, kewajiban yang harus kita lakukan sangatlah mudah. Dalam sehari hanya melakukan sholat lima waktu, puasa dan zakat tidak dilakukan setiap hari, dan haji hanya jika mampu. Maka melihat betapa mudahnya kewajiban yang Allah tetapkan, masihkan kita merasa sibuk dengan urusan dunia? Kita diberi waktu 24 jam dalam sehari. Untuk sholat 5 waktu katakanlah berkurang 5 jam, dan 19 jam lainnya adalah waktu luang kita selama sehari. Subhanallah, masihkah kita menganggap tidak ada waktu untuk melakukan kewajiban? Mungkin kita akan beralasan banyak kerjaan dan lain sebagainya. Namun ketika kita mengingat kembali bahwa hidup adalah untuk beribadah, kita makan adalah untuk mencukupi kebutuhan jasmani kita. Dan cobalah kita ingat kembali, berapa kebutuhan makan kita dalam sehari? Kita hanya butuh 3x makan dalam sehari. Atau mungkin cukup dengan 2 kali sehari. Jadi alasan kesibukan kita adalah tidak masuk akal jika melihat kebutuhan kita sehari-hari. Mungkin sebenarnya kesibukan kita lebih tepatnya adalah berorientasi ke dunia. Jika kesibukan kita berorientasi ke akhirat tentunya kita tak akan sesibuk itu dan beralasan tidak ada waktu untuk melakukan kewajiban. Terkadang kita juga lebih suka mengutamakan sunaah daripada wajib. Terkadang juga mengutamakan sunnah sehingga meninggalkan wajib. Ini adalah salah kaprah dan bisa dikatakan salah melangkah. Kewajiban adalah perbuatan yang harus dilakukan sedangkan sunnah itu dilakukan dapat pahala dan ketika tidak dilakukan tidak apa-apa. Pahala kewajiban lebih besar dibandingkan dengan pahala sunnah. Maka ketika kita lebih mengutamakan sunnah daripada wajib itu salah langkah terlebih lagi ketika kita meninggalkan wajib demi sunnah, itu artinya kita merugi, atau bahkan celaka, karena mendapat dosa atas perbuatan meninggalkan wajibnya. Maka kembalikan lagi ke diri kita sendiri. Coba tanyakan pada diri sendiri apakah kita masih mengatakan sibuk untuk melakukan kewajiban yang tentu pahalanya lebih besar? Kita hanya perlu melakukan kewajiban dan meniggalkan larangan untuk mendapatkan surga Allah SWT. Masya Allah betapa mudahnya mendapatkan surga Allah SWT. Semoga kita dijadikan sebagai orang yang beruntung, selalu ditunjukkan oleh Allah jalan yang lurus. Yaitu jalan orang yang Allah Ridhoi, dan bukanlah jalan orang yang Allah murkai. Aamiin.


Previous
« Prev Post