Ketika Memberi, Jangan Mengharap Kembali

Jangan Berharap Kembalian dari Memberi

masnasih.com - Memberi adalah perbuatan baik yang dianjurkan dalam Islam. Dalam sebuah hadits dikatakan اْليَدُّ اْلعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اْليَدِّ السُّفْلى {tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah}. Memberi sesuatu baik itu infak maupun sedekah, harus ikhlas bukan karena menginginkan sesuatu, baik itu berupa pujian dari orang lain, maupun mengharap terima kasih dari orang lain. Mengharapkan sesuatu justru membuat amal kebaikan kita sia-sia.

Ketika dalam memberi, kita mengharapkan sebuah pujian, dalam artian pamer / riya', maka amal kita akan sia-sia dan pahalanya akan hilang. Namun ketika kita memberi dengan ikhlas tetapi ada orang yang memuji, itu bukan termasuk riya'. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW pernah ditanya, “Apa pendapatmu tentang seseorang yang beramal kebaikan kemudian dia mendapat pujian dari manusia?: Beliau menjawab, “Itu adalah kebaikan yang disegerakan bagi seorang mukmin “ (H.R. Muslim 2642).

Memberi tak akan membuat kita miskin. Justru dengan memberi, akan mendatangkan rezeki. Dalam riwayat hadits disebutkan, "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh." (HR. Al-Baihaqi).

Memberi dengan mengharap kembali hanya membuat kita justru terbebani. Ketika kita tidak mendapatkan pengembalian seperti yang kita harapkan, maka yang terjadi adalah kekecewaan. Dan ikhlas dalam memberi membuat hati kita menjadi tentram dan merasa puas karena dapat membantu orang lain, pahala pun juga didapat.

Dalam sebuah riwayat hadits diceritakan ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Shodaqoh yang seperti apa yang paling besar pahalanya?” Rasululah Saw menjawab, “Ketika kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari). Wallahu A'lam.


Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar