Ketentraman Hati Membuat Hidup Penuh dengan Ketenangan

Hati adalah Inti
masnasih.com - Seringkali kita merasakan kegalauan yang sangat dalam dan membuat diri kita drop, berakibat pada aktivitas sehari-hari. Kita tak pernah menyadari bahwa semua hal yang membuat kita enggan untuk melakukan aktivitas adalah terlalu lelahnya pikiran yang bekerja tanpa henti. Saya mengambil benang merah awal dari masalah adalah masalahnya pada kesehatan hati

Kita sudah tidak asing dengan salah satu hadits yang menerangkan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal darah, yang jika ia baik, maka diri kita akan baik juga; dan ketika ia tidak baik, maka tidak baik pula diri kita. Baik yang dimaksud adalah baik dari segi fisik maupun jiwa. Hati yang baik akan sehat fisiknya dan sehat jiwanya. Tidak baiknya hati, maka tidak sehatnya fisik dan jiwa kita. 

Maka saya berasumsi, untuk mengatasi semua hal yang tidak baik, dimulai dari hati kita. Jika hati kita bisa diperbaiki, maka kita bisa memperbaiki semuanya; masalah bisa kita atasi, penyakit bisa kita atasi juga. Hati yang sehat adalah hati yang tentram, hati yang jauh dari sifat-sifat yang tidak baik; jauh dari hubbuddunya, tamak, itbaul hawa, ujub, riya', takabur, hasud, sum'ah, dan sifat-sifat yang tidak baik lainnya.

Cara membersihkannya adalah dengan mengingat Allah SWT. Dzikir, mengingat bahwa semuanya adalah ciptaan Allah SWT, qadha dan qadarNya. Tiada kekuatan melainkan dari Allah SWT. Ala bidzikrillahi tathmainnal qulub. Hanya dengan mengingat Allah SWT hati kita akan tentram. 

Terkadang kita terlalu gengsi sehingga kita tidak mau mengakui kesalahan kita. Terkadang kita terlalu sombong sehingga tidak dapat melihat tanda-tanda peringatan dari Allah SWT melalui makhlukNya. Terkadang kita terlena oleh dunia sehingga kita lupa bahwa dunia hanya sementara dan berlebihan justru akan menjauhkan kita dari Allah SWT bahkan melupakanNya. Naudzubillah.

Semoga kita senantiasa diberi ketenangan hati sehingga kita bisa berpikir jernih dan sadar akan kehidupan dunia yang hanya sementara. Wallahu A'lam.


Previous
« Prev Post